Minggu, 29 April 2012

STUDI TENTANG POTRET SISTEM PENDIDIKAN DI AUSTRALIA


 STUDI TENTANG POTRET SISTEM PENDIDIKAN
DI AUSTRALIA
oleh: Nadya Kamilia
A.       POTRET SISTEM PEMERINTAHAN
Pada tanggal 1 Januari 1901, keenam koloni yang berswapemerintahan bergabung bersama menjadi sebuah federasi negara-negara bagian. Pada bulan September tahun sebelumnya, Ratu Victoria, telah menandatangani suatu proklamasi yang salah satu bagiannya berbunyi, “Oleh karena itu, kami, dengan, dan atas nasihat Dewan Penasehat kami memandang perlu mengeluarkan pernyataan Proklamasi Kerajaan kami dan dengan ini pula kami menyatakan bahwa sejak tanggal 1 Januari 1901 rakyat New South Wales, Victoria, Australia Selatan, Queensland, Tasmania, dan Australia Barat bersatu ke dalam Persemakmuran Negara-Negara Federal di bawah nama Persemakmuran Autralia.” Oleh sebab itu, Australia menjadi sebuah bangsa baru pada abad yang baru pula – abad ke 20.[1]
Australia merupakan suatu Negara dengan demokrasi parlementer, anggota Persemakmuran dan secara formal tunduk pada kekuasaan Raja atau Ratu Inggris yang diwakili oleh seorang gubernur jenderal dan oleh para gubernur keenam Negara bagiannya. Semua negara bagiannya bersama-sama membentuk suatu federasi: ‘Persemakmuran Autralia’ (Commonwealth of Autralia).[2]
   Pemerintah Australia didasarkan pada parlemen yang dipilih secara populer dengan dua majelis: Dewan Perwakilan dan Senat.
Para menteri yang diangkat dari kedua majelis ini menjalankan fungsi eksekutif, dan keputusan kebijakan dibuat dalam rapat-rapat Kabinet. Selain pengumuman keputusan, diskusi Kabinet tidak disebarluaskan. Para menteri terikat oleh prinsip solidaritas Kabinet, yang sangat mencerminkan model Inggris yakni Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen.[3]  
B.       KONDISI DEMOGRAFI DAN POTENSI INCOME NEGARA
·        Letak astronomis benua Australia : 113 BT- 155 BT dan 10 LS – 43 LS
·        Luas Benua Australia : 7.686.850 Km²
·        Batas-Batas Benua Australia :
ü Barat      :  Samudra Hindia (Samudra Indonesia)
ü Timur      :  Samudra Pasifik
ü Utara      : Laut Timor dan Laut Arafuru
ü Selatan   : Samudra Hindia
·        Ibukota :  Canberra
·        Negara-negara bagian Autralia
ü New South Walles Ibukota Sydney
ü Queensland Ibukota Brisbane
ü Australia Barat Ibukota Perth
ü Australia Selatan Ibukota Adelaide
ü Victoria Ibukota Melborne
ü Tasmania Ibukota Hobart
ü Teretorial Ibukota Australia Ibukota  Canbeera
ü Teritorial Utara  atau Australia Utara Ibukota Darwin
Persemakmuran Australia adalah sebuah negara di belahan selatan yang terdiri dari daratan utama benua Australia, Pulau Tasmania, dan berbagai pulau kecil di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Negara-negara yang bertetanggaan dengannya adalah Indonesia, Timor Leste, dan Papua Nugini di utara; Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Kaledo erah tenggaradnia Baru di timur-laut; dan Selandia Baru di tenggara.[4] Sebagian besar wilayah Australia mengalami masa siang rata-rata lebih dari 8 jam sehari. Di sebelah selatan bulan-bulan yang paling panas ialah Januari dan Februari. Di sebelah utara, November dan Desember, kecuali dataran tinggi daerah tenggara dan ujung barat daya, bulan-bulan musim panas dapat mengalami suhu udara yang sangat panas, dengan suhu lebih dari 38ºC. Suhu tahunan rata-rata di kota-kota besar berkisar 28,9ºC di Darwin, sampai 12,3ºC  di Hobart.[5]
Komposisi etnik penduduk Australia memiliki perbandingan: bangsa kulit putih (95%). Selebihnya adalah orang Asia, Aborigin, dan lain-lain. Sekitar 20.000 – 30.000 tahun lampau, penduduk pribumi Australia adalah suku Aborigin yang menurut dugaan secara berangsur-angsur berpindah dari daratan Asia Tenggara. Kedatangan para pemukim kulit putih membuat mereka semakin terdesak ke kawasan gersang. Angka-angka tentang jumlah mereka masih simpang-siur. Meskipun demikian, tercatat 15% penduduk Australia adalah orang Aborigin. Penduduk Aborigin terbanyak terdapat di daerah-daerah yang paling terpencil di Northern Territory, Queensland, dan Australia Barat.[6]
Australia sangat jarang penduduknya; luasnya yang 7,7 juta Km² berpenduduk hanya 18.783.551 juta jiwa (World Almanac 2000). Hal ini dikarenakan daerah bagian dalam Australia yang sangat kering dan tandus, penduduk terkonsentrasi di daerah-daerah pantai yang tidak begitu luas. Lebih dari 70% penduduk tinggal di daerah perkotaan, terutama di dua kota besar Sydney dan Melbourne yang menampung hampir 40% dari seluruh penduduk Australia. Tiga kota besar lainnya, Brisbane, Perth, dan Adelaide menampung kurang lebih 21%. Terkonsentrasinya penduduk di ibu kota- ibu kota Negara bagian menunjukkan pula sistem administrasi pemerintahan yang tersentralisasi, termasuk pula sistem pendidikannya.
Australia menghasilkan 95 persen batu opal yang berharga di dunia, dan 99 persen opal hitam.  Ibu kota opal dunia adalah kota bawah tanah yang unik di Coober Pedy, Australia Selatan. Opal terbesar di dunia, dengan bobot 5,27 kilogram, ditemukan di sini pada tahun 1990. Selain itu, Kalgoorlie di Australia Barat merupakan produsen emas terbesar di Australia.  Dan Domba Australia yang berjumlah 85,7 juta ekor (umumnya jenis merino) menghasilkan sebagian besar wol dunia.  Dengan 25,4 juta ternak, Australia juga merupakan eksportir daging terbesar di dunia.
Australia memiliki sekitar 800 spesies burung; setengah daripadanya merupakan spesies khas Australia.  Lingkungan laut Australia memiliki lebih dari 4.000 jenis ikan dan puluhan ribu spesies invertebrata, tumbuhan dan mikro organisme. Kanguru yang menjadi lambang Negara adalah hewan khas Australia. Australia juga memiliki sekurangnya 25.000 spesies tumbuhan.
C.       FILSAFAT PENDIDIKAN YANG DIJADIKAN DASAR PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
Orang Australia bangga akan percampuran multi budaya yang ada di kota-kota mereka, baik besar ataupun kecil. Mereka sangat menghargai perbedaan, tidak ada larangan bagi setiap orang yang beragama untuk menjalankan agamanya masing-masing. Dengan dasar inilah pengembangan pendidikan di Australia diserahkan kepada masing-masing sekolah untuk mengembangkan pendidikannya, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Pemerintah hanya memberi pedoman yang berupa tujuan umum pendidikan yang kemudian dikembangkan oleh masing-masing lembaga. Sedangkan untuk lembaga pendidikan agama dikelola oleh pihak swasta tidak ada kurikulum yang pasti dalam pendidikan agama.
D.       POTRET DAN DINAMIKA PENYIARAN AGAMA ISLAM
Islam masuk ke Australia pada abad 19 M, dibawa oleh para pengembara dari Afganistan yang setiap melakukan perjalanan hanya berbekal tikar untuk shalat.[7] Para pengembara Afganistan tersebut lama-lama mampu mendirikan masjid di Broken Hill dan New South Wales dari bahan kayu, selanjutnya ke Perth ibukota Australia Barat dan Adelaide ibukota Australia Tengah. Tahun 1924 pendatang dari Albania sebagai petani tembakau di Australia Utara meningkatkan perkembangan Islam di sini. Kemudian sesudah berakhir perang dunia II orang-orang Yugoslavia yang belajar di Australia Tengah dipimpin Imam Ahmad Saka lebih menggiatkan pembangunan masjid-masjid di Adelaide sebagai pusat aktivitas keagamaan. Menurut catatan statistik tahun 1975 Australia berpenduduk 13.130.000 orang yang 1 % nya (132.000) beragama Islam.[8]
Kini Australia memiliki masyarakat Islam yang tumbuh subur, menurut Sensus tahun 2006, ada lebih dari 340.000 Muslim di Australia, diantaranya hampir 128.904 lahir di Australia. Dan sisanya lahir di luar negeri. Kebanyakan orang muslim Australia berasal dari Indonesia, Lebanon, Turki, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh dan Irak.
E.        KEBIJAKAN DI BIDANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Sekolah Islam bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Islam Australia. Bersamaan dengan pertumbuhan Islam dan masyarakat muslim di Benua Kanguru, lembaga pendidikan Islam, sejak dari nonformal seperti 'Saturday or Sunday School' pengajian anak-anak pada Sabtu dan Minggu sampai sekolah Islam terus berkembang. Istilah 'madrasah' tidak populer dan hampir tidak digunakan sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam.
   Sudah menjadi komitmen universitas-universitas di seluruh Australia yang selalu berusaha memastikan bahwa mahasiswa-mahasiswa mereka yang beragama Islam sebagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa dengan latar belakang budaya lain, untuk memperoleh kebebasan dalam menjalankan agama mereka masing-masing di dalam area kampus. Umunya di setiap universitas dibentuk wadah pendukung dan sosial yang khusus ditujukan untuk membantu mahasiswa muslim di Australia, selain itu juga hadirnya perkumpulan-perkumpulan mahasiswa internasional yang umum. Orang Australia bangga akan percampuran multi budaya di kota-kota mereka.[9]
Menurut Abdullah Saeed, guru besar dan Direktur Centre for the Study Contemporary Islam, Universitas Melbourne, dalam bukunya Islam in Australia (2003), di seluruh Australia terdapat 23 sekolah Islam; 16 di antaranya adalah 'Islamic college', yang pada dasarnya merupakan pendidikan prauniversitas. Selanjutnya, Profesor Saeed menjelaskan, semua sekolah Islam ini telah terakreditasi dan diakui Pemerintah Australia. Dan karena itu, dalam satu dan lain hal, sekolah-sekolah ini mendapat subsidi dari Pemerintah Australia.[10]
Di antara sekolah-sekolah Islam tersebut, yang paling populer adalah King Khalid Islamic College (berdiri 1983) dan Minaret College (1993), keduanya berada di Melbourne. Kedua sekolah Islam ini seperti juga sekolah-sekolah Islam umumnya didirikan dan dikelola para migran Muslim di Australia dengan juga melibatkan tokoh-tokoh Muslim di luar Australia.
Semua sekolah Islam tersebut pada dasarnya sudah menerapkan kurikulum negara bagian sesuai dengan standar nasional dalam mata pelajaran-mata pelajaran umum. Dengan demikian, mereka mendapatkan akreditasi dari badan akreditasi, dan selanjutnya berhak menerima subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, seperti diungkapkan Professor Saeed, bahwa berbagai mata pelajaran agama (Islam) tidak memiliki kurikulum dan standar baku. Tidak ada otoritas di kalangan Muslim Australia yang merumuskan kurikulum mata pelajaran agama. Hasilnya, masing-masing merumuskan sendiri kurikulum berbagai mata pelajaran agama.[11]
F.        SISTEM MANAJEMEN ATAU PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Sistem pendidikan di Australia menempati tahapan antara lain:
1.      Pendidikan pra sekolah
Pendidikan pra sekolah diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun . pendidikan ini tidak dilaksanakan secara intensif. Pendidikan ini merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak Australia untuk belajar dengan orang lain di luar pengasuhan tradisonal, misalnya, penitipan siang hari (day care) atau kelompok  bermain. kegiatan semacam ini umumnya tidak dianggap sekolah. Namun, sebagian pendidikan pra sekolah terpisah dari sekolah dasar di semua Negara dan teritori, kecuali Western Australia dan Queensland di mana pendidikan pra sekolah diajarkan sebagai bagian sistem sekolah dasar.
2.      Jenjang pendidikan dasar
Australia terdiri dari 6 negara bagian (New South Wales, Queensland, Tasmania, Australia Selatan, Australia Barat dan Victoria) dan 2 wilayah daratan (Northern Territory dan Australian Capital Territory). Pada masing-masing negara bagian dan wilayah daratan terdapat perbedaan lamanya pendidikan dasar (Primary School), yaitu ada yang 6 (enam) tahun dan ada yang 7 (tujuh) tahuan.
Seluruh sekolah dasar pemerintah dan hampir semua sekolah dasar adalah Coeducational. Anak-anak yang masuk dalam pendidikan dasar berusia 6 tahun sampai usia 12 dan 13 tahun.
Untuk kurikulum pada masing-masing negara bagian dan wilayah daratan ada yang sama ada juga yang berbeda, tergantung dari otorita daerah masing-masing. Untuk semua negara bagian dan wilayah daratan Sekolah Dasar (Primary School) yang bersifat keagamaan merupakan milik swasta (tidak ada satupun sekolah dasar yang bersifat keagamaan merupakan sekolah dasar negeri).
3.      Jenjang pendidikan menengah
Pendidikan menengah seluruh siswa mendapatkan pendidikan sekurang-kurangnya 3 tahun. Sesudah batas umur meninggalkan sekolah dasar. Pendidikan menengah Junior Secondary School adalah wajib bagi anak yang berusia usia 12 atau 13 tahun sampai 16 tahun tergantung dari lamanya pendidikan menengah di daerah tersebut. Untuk negara bagian dan wilayah daratan New South Wales, Victoria, Tasmania dan Australian Capital Territory, lama pendidikan Junior Secondary School selama 4 tahun dan untuk negara bagian dan wilayah daratan Queensland, Australia Selatan, Australia Barat dan Northern Territory, lama pendidika Junior Secondary School selama 3 tahun. Sedangkan lama pendidikan untuk Senior High School sama di setiap negara bagian dan wilayah daratan, yaitu selama 2 tahun.
Pada jenjang pendidikan Senior High School, setiap siswa berkewajiban memilih program pendidikan kejuruan atau pendidikan umum. Di Australia pendidikan kejuruan diarahkan untuk pasar kerja. Di mana setiap negara memiliki kejuruan Pendidikan dan Pelatihan (Vocational Education and Training / VET). VET mempersiapkan siswa untuk bekerja yang tidak perlu gelar sarjana. Biasanya, VET memakan waktu 2 tahun setelah pendidikan Senior High School atau 4 tahun setelah Junior Secondary School.  VET merupakan pendidikan berupa kursus keterampilan dan mendapat sertifikat.
4.      Jenjang  pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan sertifikat, diploma, sarjana, sertifikasi (Graduate Certificate), profesi (Graduate Diploma), magister dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Australia. Perguruaan tinggi di Australia adalah Program Lanjutan, Akademi, Sekolah Tinggi dan Universitas.
Program lanjutan di Australia merupakan jalur pendidikan berupa kursus keterampilan. Jalur pendidikan ini tidak mengutamakan gelar sarjana dan  mendapatkan sertifikat dengan level I-IV. Sedangkan, Sekolah tinggi dan univeristas bertujuan untuk mencetak sarjana, magister maupun doktor.
G.       STANDAR PENGEMBANGAN KURIKULUM ATAU STANDAR ISI
Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri di Australia semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal.
Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci, tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir. Detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Australian Capital Teritori (ACT) dan Northern Teritory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang telah ditentukan di tingkat sekolah.[12]
Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum di setiap Negara bagian, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum.[13]
H.       STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE (Colleges of Advanced Education). Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapatkan pendidikan di universitas. Sebagaian guru-guru swasta mendapatkan pendidikan pada sekolah-sekolah pendidikan guru yang dikelola oleh badan-badan keagamaan. Lamanya guru-guru prasekolah dan pendidikan dasar biasanya empat tahun. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan (inservice education), termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu.[14]
I.          STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
Fungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber dan sistem pendanaan. Misalnya, dari pengeluaran sebesar A$ 7.700 juta untuk biaya pendidikan dalam tahun 1980-81, sekitar 94% bersumber dari pemerintah, baik dari Commonwealth atau Negara bagian.
Meskipun pendidikan secara konstitusional menjadi tanggung jawab pemerintah Negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam, yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar, dan menengah negeri, dan TAFE, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah swasta (Taman Kanak-kanak). Pemerintah Commonwealth punya tanggung jawab penuh atas pembiayaan universitas dan institusi CAE, dan memberikan dana-dana tambahan bagi pendidikan prasekolah, sekolah negeri, dan swasta serta TAFE.[15]  
J.         SISTEM PENILAIAN ATAU EVALUASI PENDIDIKAN
Untuk masuk ke universitas dan CAE pada umumya diperlukan kualitas performansi tertentu pada tahun pendidikan ke-12, walaupun kebanyakan institusi memberikan kriteria tersendiri bagi orang-orang dewasa yang kebetulan tidak memenuhi persyaratan formal. Masuk ke TAFE dimungkinkan setelah menamatkan pendidikan 10 tahun dengan hasil yang memuaskan.
Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia.[16]
Sistem lain yang digunakan oleh sekolah-sekolah di Australia untuk mengevaluasi sekolah adalah dengan cara membandingkan data dari ujian National Assement Program Literacy and Numeracy (NAPLAN) yang dilakukan oleh seluruh sekolah di Australia setiap tahunnya. Hasil dari ujian tersebut diumumkan dalam website NAPLAN yang nantinya dapat dilihat oleh orang tua murid dan pokok eksternal lainnya. Pemerintahan dari setiap state juga dapat mengacu pada data NAPLAN yang nantinya alokasi dana akan diberikan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Metode evaluasi NAPLAN baru dicanangkan pada tahun  2008 dan seluruh data NAPLAN akan diimplementasikan ditahun 2010.[17]

DAFTAR ISI
Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk Agung Bandung.
Perpustakaan Nasional. 1999. Negara dan Bangsa. Jakarta: Grolier International.
Redaksi Ensiklopedi Indonesia. 1999. Ensiklopedi Seri Indonesia Geografi. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.
Admin, 2008.  Orang Indonesia Berperan dalam Penyebaran Islam di Australia. http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11045-lang,id-c,warta-t,Orang+Indonesia+Berperan+dalam+Penyebaran+Islam+di+Australia-.phpx. diakses pada 26 April 2012.
Admin. tanpa tahun. Demografi Australia.  http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Demografi_Australia. Diakses pada 21 April 2012.
Atdiknas Canberra. 2011. Sistem Evaluasi Sekolah di Australia. http://www.atdiknas-canberra.org/sekolah-sistem-evaliasi-di-australia-html/. Diakses  pada 27 April 2012.
Azra, Azyumardi. 2007. Perkembangan Islam Australia. Republika online. http://bunga83.multiply.com/journal/item/52/Sekolah_Islam_Australia_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. Diakses pada 26 April 2012.
Ismail, Bustamam. 2007. Perkembangan Islam di Dunia. http://hbis.wordpress.com/2007/12/11/perkembangan-islam-di-dunia/. Diakses pada 26 april 2012.
Kedutaan Australia. Tanpa tahun. Sistem Pemerintahan Australia. http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/sistem_pemerintahan.html. Diakses pada 21 April 2012. 
MJ Educaion Tim. 2012. Masyarakat Islam di Australia. http://mje.co.id/masyarakat-islam-di-australia/. Diakses pada 26 April 2012.


[1] Perpustakaan Nasional, Negara dan Bangsa (Jakarta: Grolier International, 1999), hlm. 143-144.
[2] Redaksi Ensiklopedi Indonesia, Ensiklopedi Seri Indonesia Geografi (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1999), hlm. 20.
[3] Kedutaan Australia, Sistem Pemerintahan Australia, (http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/sistem_pemerintahan.html), diakses pada 21 April 2012, pukul 09.59 WIB.
[4] Admin, Demografi Australia, (http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Demografi_Australia), diakses pada 21 April 2012, pukul 10.15 WIB.
[5] Redaksi Ensiklopedi Indonesia, Op. cit., hlm. 12.
[6] Ibid., hlm 16.
[7] Admin, Orang Indonesia Berperan dalam Penyebaran Islam di Australia, (http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11045-lang,id-c,warta-t,Orang+Indonesia+Berperan+dalam+Penyebaran+Islam+di+Australia-.phpx), diakses pada 26 April 2012, pukul 16.00 WIB.
[8] Bustamam Ismail, Perkembangan Islam di Dunia, (http://hbis.wordpress.com/2007/12/11/perkembangan-islam-di-dunia/), diakses tgl 26 april 2012, pukul 15.57 WIB.
[9] MJ Educaion Tim, Masyarakat Islam di Australia, (http://mje.co.id/masyarakat-islam-di-australia/), diakses pada 26 April 2012, pukul 15.55 WIB.
[10]  Azyumardi Azra, Sekolah Islam Australia, republika online: (http://bunga83.multiply.com/journal/item/52/Sekolah_Islam_Australia_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem), diakses pada 26 April 2012, pukul 15.45 WIB.
[11] Ibid.,
[12] Agustiar Syah Nur, Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara (Bandung: Lubuk Agung Bandung, 2001), hlm. 66.
[13] Ibid., hlm. 67.
[14] Ibid.,  hlm. 66.
[15] Ibid., hlm. 64-66. 
[16] Ibid., hlm. 68.
[17] Atdiknas Canberra, Sistem Evaluasi Sekolah di Australia, (http://www.atdiknas-canberra.org/sekolah-sistem-evaliasi-di-australia-html/), diakses  pada 27 April 2012, pukul 20.07 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar